share my blog

YM
0

RFID (Radio Frequency IDentification) sebagai alat tracker


APA ITU RFID (Radio Frequency Identification) ?


SEJARAH singkat

RFID pertama kali diperkenalkan pertamakali sebagai alat spionase Pemerintah Rusia oleh Leon Theremin sekitar tahun 1945. Namun sebenarnya alat yang dipakai Theremin ini sebenarnya masih bersifat pasif sebagai alat pendengar dan bukan berujud suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. Implementasi RFID saat ini semakin menarik perhatian banyak karena digunakan oleh supermarket atau retailer.


SISTEM DAN CARA KERJA RFID

Penggunaan RFID untuk maksud tracking pertama kali digunakan sekitar tahun 1980 an. RFID dengan cepat mendapat perhatian karena kemampuannya dalam men-tracking atau melacak object yang bergerak. Seiring dengan perkembangan
teknologi, maka teknologi RFID sendiripun juga berkembang sehingga nantinya penggunaan RFID bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.

Dalam suatu sistem RFID sederhana, suatu object dilengkapi dengan tag yang kecil dan murah. Tag tersebut berisi transponder dengan suatu chip memori digital yang di dalamnya berisi sebuah kode produk yang sifatnya unik. Sebaliknya, interrogator, suatu antena yang berisi transceiver dan decoder, memancarkan sinyal yang bisa mengaktifkan RFID tag sehingga dia dapat membaca dan menulis data ke dalamnya. Ketika suatu RFID tag melewati suatu zone elektromagnetis, maka dia akan mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan oleh si reader. Reader akan men-decode data yang ada pada tag dan kemudian data tadi akan diproses oleh komputer.
RFID tag yang aktif, di sisi lain harus memiliki power supply sendiri dan memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh. Memori yang dimilikinya juga lebih besar sehingga bisa menampung berbagai macam informasi di dalamnya. Sampai tulisan ini dipublikasikan, ukuran terkecil dari RFID tag yang aktif ini ada yang sebesar koin. Jarak jangkauan dari RFID tag yang aktif ini bisa sampai sekitar 10 meter dan dengan umur baterai yang bisa mencapai beberapa tahun lamanya. RFID tag yang pasif harganya bisa lebih murah untuk diproduksi dan tidak bergantung pada baterai. RFID tag yang banyak beredar sekarang adalah RFID tag yang sifatnya pasif.

TIPE DAN FREKUENSI RFID

Berdasarkan jenisnya RFID terbagi menjadi 3 tipe tag RFID yauti, pasif, semi-pasif dan aktif. RFID pasif tidak menggunakan baterai, semi pasif menggunakan baterai pasif berupa baterai kecil di papan yang diaktifkan ketika di hadapan sebuah pembaca RFID atau reader. sedangkan yang aktif memiliki baterai on-board yang selalu memancar atau menjadi suar sinyal.


Contoh RFID pasif

RFID tag yang pasif tidak memiliki power supply sendiri dan hanya berbekal induksi listrik yang ada pada antena yang disebabkan oleh adanya frekuensi radio scanning yang masuk, induksi pada antena tersebut sudah cukup untuk memberi tegangan bagi RFID tag untuk mengirimkan respon balik. Sehubungan dengan power dan biaya, maka respon dari suatu RFID yang pasif biasanya sederhanya, hanya nomor ID saja. Dengan tidak adanya power supply pada RFID tag yang pasif maka akan menyebabkan semakin kecilnya ukuran dari RFID tag yang mungkin dibuat.
Tag aktif dan semi-pasif, mengandung lebih banyak hardware dan karena itu lebih mahal. Tag ini digunakan untuk barang-barang mahal dan mampu menangkap data untuk jarak yang lebih jauh.




Gambar RFID aktif
Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif yang dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang memungkinkan peralatan itu menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver (transmiter receiver). Kebanyakan RFID tag mengandung setidaknya dua bagian: satu adalah sebuah sirkuit terpadu untuk menyimpan dan pengolahan informasi, modulasi dan demodulasi sebuah frekuensi sinyal radio (RF) serta fungsi khusus lainnya, bagian yang lain adalah antena untuk menerima dan mengirimkan sinyal.

Gambar RFID Reader tetap
Gambar RFID reader Mobile
Alat pembaca (reader) RFID diklasifikasikan menjadi dua jenis: RFID tetap dan RFID mobile . Jika alat pembaca membaca tag di posisi stasioner, hal itu disebut RFID tetap. Pembaca tetap akan menetapkan zona interogasi tertentu dan menciptakan "gelembung" energi RF (radio frekuency/ gelombang radio) yang dapat dikontrol ketat. Hal ini memungkinkan area membaca sangat definitif pada saat tag masuk dan keluar dari zona interogasi. Di sisi lain, jika alat pembaca bersifat bergerak ketika membaca tag, hal itu disebut RFID mobile.
Ada tiga jenis penyimpanan data dalam tag RFID, yaitu read-write (baca-tulis), read (hanya membaca) dan WORM (menulis sekali dan membaca berkali-kali). Data Sebuah tag read-write dapat ditambahkan atau ditimpa. Sedangkan tag read memiliki data yang hanya dapat dibaca, tidak ditambahkan atau ditimpa. Tag WORM dapat memiliki data tambahan tetapi tidak dapat ditimpa. Tag RFID (transfonder) akan mengenali diri sendiri ketika mendekteksi sinyal dari perangkat yang hanya dapat dibaca saja (Red only), dibaca dan ditulis (Read/Wtite), sekali tulis dan banyak baca (write once read many). Serta dalam pengoperasiannya tag RFID tidak memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk dapat beroperasi. RFID dapat berfungsi pada berbagai variasi kondisi
lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
bila dikategorikan berdasarkan frekuensi radio, terbagi menjadi empat macam RFID tag yang sering digunakan yaitu:
  • low frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)
  • high frequency tag (13.56 MHz)
  • UHF tag (868 sampai 956 MHz), UHF tag tidak bisa digunakan secara global, karena tidak ada peraturan global yang mengatur penggunaannya.


RFID SEBAGAI TRACKER
Pada pengaplikasiannya, teknologi RFID sangat dimungkinkan digunakan sebagai tracker yang mampu menopang system GPS. Pencarian lokasi secara real time atau mendekati real time, dimana pergerakan seseorang diikuti oleh scaning RFID. Laporan-laporan media masa menguraikan kekuatiran tentang cara-cara dimana prifasi seseorang bisa saja terancam oleh pelacak lokasi.
Dalam hal ini RFID aktif menyediakan kinerja yang unggul di mana pelacakan real-time diperlukan seluruh area yang lebih besar atau lebih kompleks, seperti dalam rumah sakit, industri atau bangunan kantor dengan banyak koridor, pintu dan kamar. Baterai bertenaga tag aktif memiliki jangkauan sinyal yang jauh lebih besar dan pembaca aktif umumnya lebih murah, sehingga membuat penyebaran lebih hemat biaya. Sebuah sistem RFID aktif mampu mendeteksi objek yang akan dilacak dengan nilai akurasi yang lebih tinggi, serta data informasi dan inisialisasi yang tersimpan pada tag akan terus terupdate (RFID read-write aktif). Hal ini dapat mengatur gerakan-gerakan dengan sistem aturan berdasarkan peristiwa terkait dan tindakan seperti aset lewat ke zona tertentu di dalam gedung. Diagram berikut menunjukkan TagMobile sistem architecure dalam lingkungan rumah sakit:
aplikasi RFID sebagai tracker indoor
GPS adalah teknologi pilihan untuk pelacakan outdoor seperti kendaraan, aset dan staf di wilayah geografis yang luas. Dimana obyek harus dilacak di luar dan juga di dalam bangunan, maka RFID gabungan dan sistem GPS tagging dapat digunakan sebagai GPS sendiri tidak memberikan posisi dalam ruangan.
RFID dapat menyediakan sistem pelacakan lengkap termasuk personil, unit aset atau kendaraan mount dan web yang unik berbasis sistem aplikasi perangkat lunak yang fleksibel yang disebut Tracker Universal. Informasi pelacakan dibuat tersedia untuk beberapa user melalui internet dari server dedicated web yang dilindungi password. Sistem ini memberikan kontrol, visibilitas, keamanan, keselamatan dan real-time manajemen sumber daya terpencil seperti aset, kendaraan dan staf.
Aplikasi RFID sebagai tracker outdor

Disisi lain, metode palacakan (tracking) pada mahluk hidup seperti manusia atau pun hewan sangat dimungkinkan. Dasar pengembangan RFID untuk manusia adalah sebuah sistem yang disebut SmartCard yang memiliki microchip lithium yang berfungsi membaca data riwayat seseorang yang berhubungan secara elektronik ke pusat data pemerintah seperti informasi kesehatan, data pajak, dan jumlah tabungan serta identitas pribadi lainnya.


GambarI mplementasi chip RFID pada tubuh manusia microchip RFID sebesar beras
RFID memunculkan dua kekuatiran utama bagi para pengguna, yaitu pelacakan tersembunyi (clandestine tracking) dan pengumpulan data secara diam-diam (clandestine inventorying). Tag RFID merespon interogasi reader tanpa memberitahu pemilik atau pembawanya. Karena itu jika berada pada rentang pembacaan reader, scanning secara diam-diam (clandestine scanning) pun mengancam. Ancaman terhadap privasi muncul ketika sebuah nomor seri tag dikombinasikan dengan informasi pribadi, sebagai contoh, ketika seorang konsumen membayar dengan kartu kredit, toko yang melayaninya dapat membuat link antara identitas konsumen tersebut dengan nomor seri tag yang ada padanya. Penjual kemudian dapat mengidentifikasi profil konsumen menggunakan jaringan reader-reader RFID, baik di dalam toko maupun di luar. Tag-tag tertentu, khususnya tag EPC, selain menyimpan nomor seri juga menyimpan informasi tentang item-item yang dipasanginya, biasanya berupa informasi tentang pabrik pembuatnya, serta kode produk. Oleh karena itu orang yang membawa tag EPC dapat mengalami clandestine inventorying. Sebuah reader secara diam-diam dapat dapat menentukan obyek-obyek yang dibawa seseorang dan memanen informasi pribadi penting, misalnya jenis obat yang sedang dibawanya sehingga dapat diketahui penyakit yang dideritanya, loyalty card yang dibawanya sehingga dapat diketahui tempat langganan belanjanya, ukuran bajunya, kesukaan aksesorisnya, dan lain-lain.
KESIMPULAN
Perkembangan teknologi yang pesat mendorong seseorang untuk kritis dalam menyikapi kebutuhan akan teknologi itu sendiri, namun disisi lain kepentingan organisasi-organisasi, baik perusahaan maupun agen pemerintah untuk melakukan pemantauan yang cepat dan tepat dengan memanfaatkan teknologi RFID melahirkan benturan kepentingan dengan masyarakat atau konsumen. Kemudahan yang diperoleh oleh perusahaan maupun agen pemerintah tersebut tidak jarang menjadi ancaman terhadap privasi bagi berbagai pihak.

Masalah privasi yang diangkat sebagai isu pada pada pemanfaatan sistem RFID secara garis besar meliputi pentingnya pemberian informasi tentang pemakaian teknologi RFID, pelacakan (tracking), pengembangan profil (profilng), dan pemakaian sekunder terhadap informasi hasil scanning dengan RFID. Dua hal yang menjadi kekuatiran utama bagi konsumen dan masyarakat adalah pelacakan tersembunyi (clandestine tracking) dan pengumpulan data secara diam-diam (clandestine inventorying). Kedua hal tersebut sangat dimungkinkan karena tag RFID tidak pernah memberitahu pemilik atau pembawanya dalam responnya terhadap interogasi dari reader. Bentuk ancaman yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut antara lain kehilangan anonimitas dan tersebarnya data pribadi yang seharusnya dijaga kerahasiaannya yang tidak jarang dapat mengakibatkan berkurang atau bahkan hilangnya daya terima pihak lain terhadap yang bersangkutan.


SARAN
Ucapan terimakasih yang tak terhingga juga untuk dosen sekaligus fasilitator saya Bapak Risanto Darmawan atas bimbingannya, karena masih memberikan saya kesempatan untuk menggali ilmu lebih dalam. Penulis sadar bahwa masih banyak hal yang belum penulis ketahui dan dalami tentang teknologi RFID dan pengaplikasiannya hingga saat ini. Sehingga banyak kekurangan di sana-sini, jika ada yang kurang berkenan/kekeliruan mohon diluruskan.








MATERI REFERENSI

0 bacotan:

Poskan Komentar